Jakarta — Walaupun Natal 25 Desember 2025 telah berlalu, namun gaungnya terus
menggema bagi setiap orang Nasrani yang merayakannya, begitu juga yang dirasakan oleh
perkumpulan diaspora Rote Thie di Jakarta.
Perayaan Natal Dalek Esa Rote Thie berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita.
Perayaan Natal dimulai pada pukul 16:00 WIB hingga selesai, pada Sabtu 10 Januari 2026
yang bertempat di GKI (Gereja Kristen Indonesia) Pondok Indah Jakarta. Acara ini menjadi
momentum penting bagi masyarakat Rote yang berada di perantauan, khususnya di wilayah
Jakarta dan sekitarnya untuk berkumpul, beribadah, serta mempererat tali persaudaraan.
Rangkaian acara Natal diisi dengan berbagai kegiatan rohani dan budaya, yaitu taritarian daerah Rote, puji-pujian, khotbah, kata sambutan, serta wawancara singkat, kemudian
ditutup dengan makan malam bersama dengan menu khas pulau Rote. Suasana ibadah
berlangsung hangat dan penuh makna, mencerminkan semangat Natal yang membawa damai
dan pengharapan.
Pembicara Natal sekaligus ketua panitia acara kali ini, Bapak Dr. Boy Kanu, S.H.,
M.H., menegaskan bahwa perayaan Natal menjadi momentum hadirnya kasih Tuhan yang
menguatkan dan mempersatukan umat dalam kebersamaan. Melalui tema “Kasih-Nya
Menggerakkan Kita untuk Menjadi Berkat” (1 Yohanes 4:11), beliau menyampaikan bahwa
kasih tersebut nyata dalam semangat saling menopang, bekerja sama dengan tulus, serta
memberi tanpa pamrih, sehingga setiap orang dipanggil untuk menjadi berkat bagi sesama.
Sementara itu, ketua perkumpulan Rote Thie (Dalek Esa), Ibu Pdt. Amelia Siahaan
Manoe, S.Th., M.Th., menuturkan bahwa terbentuknya perkumpulan ini dilandasi oleh
kerinduan beliau untuk dapat mengumpulkan orang-orang Rote, khususnya suku Thie dalam
suatu perkumpulan di Jakarta dengan tujuan saling tolong-menolong, baik dalam aspek sosial,
budaya, maupun rohani.
Perayaan Natal Dalek Esa juga dihadiri oleh mantan Gubernur Bank Indonesia periode
1988–1993, Prof. Dr. Adrianus Mooy, M.Sc..
Dalam wawancara singkat dengan Prof. Adrianus Mooy, selaku penasehat pada
perkumpulan Dalek Esa Rote Thie, beliau berpesan kepada masyarakat Rote yang sedang
merantau. Beliau mengajak agar tidak berkecil hati menghadapi berbagai tantangan di
perantauan, melainkan tetap teguh dalam iman dan pengharapan kepada Tuhan Yesus Kristus.
Prof. Adrianus Mooy juga turut membagikan kesaksiannya saat bertugas di Amerika,
dalam menjalani hidup, dimana beliau selalu mengandalkan Tuhan dalam berbagai hal. Karena
menurutnya, Tuhan Yesus menjadi kekuatan utama selalu ada dan setia menolong.
Perayaan Natal Dalek Esa Rote Thie ini ditutup dengan penuh sukacita dan
kebersamaan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh jemaat dan undangan yang hadir.
Acara ini diharapkan dapat terus menjadi sarana pemersatu serta sumber penguatan iman bagi
masyarakat Rote, khususnya perkumpulan Rote Thie di Jakarta. (Penulis berita: ERNI LUIK)
NATAL DALEK ESA ROTETHIE -JAKARTA







